![]() |
| mas Irsyad melakukan pematahan hong beton, sejak tahun 92 keatas penggunaan hong beton dihapus karena harganya yang mahal |
Ada 3 aspek umum keberhasilan pada pematahan benda keras di Tingkatan Dasar program Regular Perguruan MERPATI PUTIH, yaitu:
- Tenaga
- Teknik Pematahan, dan
- Mental
_____________________
1. Tenaga
Tenaga di MERPATI PUTIH dapat diperoleh melalui tata nafas dari 14 bentuk senam pengolahan dan 5 bentuk senam pembinaan (pada tingkatan Dasar) yang diajarkan pada program Regular
![]() |
| Pak Idris berhasil melakukan pematahan tersulit, yaitu mematahkan 2 buah dragon R3 dari arah sisinya, besi dragon R3 zaman itu (1990) belum setipis sekarang (tahun 2000an) |
Yang perlu diperhatikan dalam latihan tata nafas, yaitu:
Tata nafas senam pengolahan bila tidak diberikan secara jelas dan benar terkadang selama latihan membuat ragu akan hasil yang dicapai. Dari bentuk sikap badan, gerakan, pola nafas dan kerapatan kaki (misalnya) lalu kesempurnaan bentuk, dan tingkat kesukaran masing-masing gerakan perlu diperhatikan setiap anggota dalam melatih tata nafas agar mendapatkan hasil yang optimal.
b. Pengerasan :
Biasanya pengerasan akan terasa bila sudah memakai beban dalam senam pengolahan, untuk Dasar 1 karena tidak memakai beban, diukur dengan dipaksakan keras tangannya saat latihan olah nafas
c. Tahan Nafas:
Untuk tahap awal latihan adalah 10 detik setelah beberapa latihan bisa diusahakan diatas itu (silahkan ditanyakan kepelatih masing-masing)
Untuk bisa menambah daya tahan tahan nafas diusahakan ketika waktu awal sebelum latihan (senam peregangan, senam statik, dinamik dan stamina) diusahakan dengan gerakan maksimal dan penuh semangat, lama kelamaan akan menambah stamina dan daya tahan tubuh kita termasuk kapasitas vital volume paru-paru kita tentunya ditunjang dengan teknik-teknik menambah stamina lain yang diberikan oleh pelatih
d. Jumlah Latihan Tata Nafas
Dalam program Regular, biasanya Pelatih mempunyai target dalam pemenuhan latihan, baik itu tata nafas maupun tata gerak (tergantung program dari pelatih itu sendiri) misalnya dalam 6 bulan latihan (Tingkatan Dasar 1 dan 2) 1 bulan = 4 minggu = 8x latihan
- Bulan 1 pembentukan fisik
- Bulan 2 bentuk nafas tata nafas
- Mulai bulan 3 selang seling dengan tata gerak
- 4 bulan = 4 x 8x latihan = 32x latihan dibagi 2 (tata gerak) = 16x latihan seharusnya ada target pada 16 x latihan tata nafas, walau mungkin ada juga pelatih yang berani men targetkan kurang dari 16 x latihan tata nafas bila aspek tata geraknya dirasa sulit oleh anggota dan sebagainya
Jika latihan tata nafas dirasa kurang dari waktu yang di tentukan selama 6 bulan, bisa di bantu dengan memperbanyak latihan teknik pematahan yang benar di luar latihan karena latihan teknik pematahan benda keras juga penting dalam memperbesar keberhasilan pematahan benda keras
![]() |
| mas Rudy Karim dari kolat Bakrie melakukan pematahan tumpukan balok es tahun 1993 |
____________________
2. Teknik Pematahan
Dalam penguasaan teknik pematahan benda keras, yang perlu diperhatikan adalah:
- Penguasaan teknik jenis pematahan benda keras
- Pengetahuan jenis material yang akan dipatahkan
- Jurus kembangan agar menghemat energi (karena kita adalah Pencak Silat)
- Pendekatan ke sasaran (Dasar 2 ke atas)
- Teknik Penyembuhan (setelah pematahan)
Dalam Pengolahan Tata Nafas MERPATI PUTIH disamping menghasilkan tenaga juga melatih otot-otot pada bagian-bagian tubuh sehingga dapat dibedakan latihan beban dengan aerob maupun an aerob.
Latihan beban dengan aerob menghasilkan otot yang membesar seperti halnya binaraga tetapi dalam latihan an aerob MERPATI PUTIH, otot menjadi liat sehingga untuk anggota putri jangan khawatir ototnya akan menjadi besar. Disamping itu juga persiapan otot bagian luar yaitu dengan latihan pengerasan menggunakan bambu raut dan alat bantu Perguruan MERPATI PUTIH lainnya, karena yang bersentuhan langsung dengan material adalah otot bagian luar, oleh karena itu sebenarnya wajib bagi setiap anggota untuk mempunyai bambu raut dan alat bantu Perguruan MERPATI PUTIH lainnya, karena banyak manfaatnya selain untuk latihan sasaran atau perkenaan sasaran, bahkan beberapa alat bantu Perguruan MERPATI PUTIH kini sudah banyak dipakai oleh Perguruan lain
Jenis-jenis cara pematahan benda keras:
- Tebangan
- Sodokan
- Tebasan
- Punggung Siku (datar & kebawah)
- Keprukan, Sabetan
- Ujung Siku
- Tendangan Samping, Jlontrotan, Cecakan
- Paculan, Sirkel atas
- Kepala
- Dll ...
![]() |
| mas Irman melakukan pematahan dengan menggunakan kepala |
Yang penting diperhatikan untuk teknik:
a. Kuda-kuda:
Disesuaikan dengan jenis sasaran, bila memakai pendekatan sasaran maka bentuk akhir membentuk kuda-kuda sebelum memukul sasaran
b. Ayunan:
biasanya ada pergeseran perkenaan sasaran setelah ayunan tangan, untuk itu perlu berulang-ulang berlatih perkenaan sasaran, dari mulai lambat hingga cepat dengan sasaran
c. Lihat sasaran (fokus):
Kadang sering dilupakan oleh banyak anggota
Unsur yang tak kalah penting juga perlu diperhatikan dan harus dilakukan sebelum pematahan benda pada saat UKT, adalah:
• Saat lari (+/-) 10 km usahakan larinya konstan, tidak cepat dan tidak lambat, nafas diatur, beberapa senior mengibaratkan seperti kita seperti sedang latihan olah nafas
• Pelemasan atau peregangan sebentar setelah lari
• Mengetahui urutan pematahan benda keras
• Melakukan senam pembinaan (pada tingkat tertentu dapat ditambahi dengan listrik pompa)
• Menguasai arena pematahan, urutan dan tata letak
• Bersiap melakukan pematahan benda keras
Sedikit menyinggung teori dan cara pematahan orang lain seperti yang dilakukan oleh pesulap merah, ternyata teorinya salah, terbukti dia (pesulap merah) tidak mampu mematahkan 3 buah hebel type tipis (7cm) yang biasa dulu MP hanya pakai untuk anak - anak usia 14 tahun kebawah (tetapi sejak tahun 2022 MP kembali kepada aturan lama yaitu tidak lagi menggunakan hebel, melainkan beton) oleh sebab itulah sebaiknya para anggota MERPATI PUTIH jangan pernah menggunakan cara, metode atau teori selain dari Perguruan MERPATI PUTIH itu sendiri, agar aman
![]() |
| Gagal membuktikan teori |
_____________________
3. MENTAL
Yang tak kalah penting dalam keberhasilan pematahan benda keras adalah faktor Mental:
a. Mental Sebelum Pemukulan:
Berhubungan dengan keberanian kita dalam melakukan pemukulan benda keras, bila tenaga kita maksimal didukung dengan teknik memadai tanpa adanya mental atau keberanian, dapat mengurangi tingkat keberhasilan kita. Untuk itulah perlunya diadakan uji coba sebelum ujian sesungguhnya dilakukan, baik uji coba dalam latihan maupun uji coba resmi dari cabang.
Biasanya anggota yang telah mencukupi masa latihan mempunyai mental lebih baik daripada anggota yang jarang masuk latihan, merunut pada kebijakan cabang dalam menentukan syarat kenaikan yang harus mencukupi 70% masa latihan (kecuali saat zaman COVID-19) tapi terkadang mental akan down saat melihat material yang akan dipukul, bisa juga ketika melihat anggota yang mendapat giliran awal pemukulan tidak patah dapat membuat down anggota berikutnya
b. Mental Setelah Pemukulan:
Bila material yang kita pukul tidak patah terkadang membuat anggota rendah diri, sebaliknya bila material yang dipukul patah terkadang membuat sombong, padahal tujuan awal dari pematahan benda keras di MERPATI PUTIH adalah untuk menguji keberhasilan selama latihan yang dijalani, oleh sebab itu bimbingan mental dari pelatih sebelum dan sesudah pematahan benda keras sangat diperlukan
Dari Ke 3 aspek (Tenaga, Teknik dan Mental) tersebut, ada hal yang bisa dikatakan kecil tapi mungkin dapat mengakibatkan kegagalan, yaitu:
- Begadang sesaat sebelum pematahan
- Minum atau makanan yang pedas atau dingin juga akan menurunkan stamina kita
![]() |
| mas Irwasyah Idris melakukan pematahan plat besi MD rangkap (zaman 90an saat itu belum ada plat tipis K14 seperti saat ini) |
Baca juga:
_____________________
Semoga tulisan ini bermanfaat, selamat berlatih
_____________________
Yuk, mari mengenal sejarah PPS BETAKO MERPATI PUTIH dan sumbangsih cabang Jakarta Barat untuk Perguruan tercinta
_____________________
sumber: dari berbagai sumber @2022






Mantap
ReplyDeleteMantaul.. Pokoke MP Joss
ReplyDelete