Friday, October 28, 2022

Thai Boxing lawan Silat MERPATI PUTIH

Majalah Varia edisi 926 tahun 1978


Tantangan Thongchai, seorang team manager Thai Boxing, untuk bertanding dengan seni beladiri apapun namanya, termasuk pencak silat di Indonesia, ternyata menyengat harga diri tokoh2 beladiri di Jakarta.

Bahkan Leo Hartono yang ketua PS. MERPATI PUTIH, segera angkat telpon ke salah satu koran di ibukota. Tanpa menghilangkan kesan panas Leo berucap, bahwa perguruannya siap meladeni Thai Boxing, kapan dan dimanapun tempatnya tak jadi soal.

Tantangan Thongchai yang terlontar ketika ia berwawancara terlontar dengan wartawan2 ibu kota yang menjemputnya di Halim Perdanakusuma dua hari sebelum

Thai Boxing turun ke gelanggang Istora Senayan, nampaknya cuma sekadar promosi belaka. Ia tidak mengira bahwa yang ia lontarkan itu mengundang kehadiran Budi Santoso dan Poerwoto HP, pelatih2 MERPATI PUTIH, yang diminta oleh Leo Hartono untuk menemuinya.

Buktinya, ketika kedua utusan MERPATI PUTIH langsung menyampaikan kesediannya untuk menghadapi Thai Boxing, Thongchai nampak gugup.

Dalam pertemuan yang tak lebih dari 15 menit di lobby Hotel Indonesia sehari sesudah Thai Boxing beraksi di senayan, Thongchai Charnsetikul berterus terang, bahwa ia tidak berhak menerima tantangan jawaban MERPATI PUTIH.

Saya memang dipercaya oleh pusat kegiatan Thai Boxing negeri kami untuk membawa team Thai Boxing ini, tetapi untuk memutuskan pertandingan Thai Boxing dengan pencak silat negeri tuan, tentunya saya harus berkonsultasi dulu dengan mereka. Demikian pokok jawaban Thongchai kepada Poerwoto HP, Budi Santoso dan Gundar dari MERPATI PUTIH disaksikan oleh beberapa wartawan ibukota, pembicaraan mereka segera berakhir setelah Thongchai menjanjikan bahwa sebelum mereka kembali ke negerinya, ia akan memberitahukan lewat telpon kepada MERPATI PUTIH. Saya akan berembug dulu dengan pelatih team kami, kata Thongchai sambil ber-salam2an.

Tetapi telpon yang ditunggu2 tak pernah berdering. Ketika MERPATI PUTIH menghubungi Hotel Indonesia, kecewalah yang didapat. Rombongan Thai Boxing itu telah kembali kenegerinya.

Seperti “Kuda Lumping”
Kepada wartawan Varia yang sengaja menemuinya, Budi Santoso dengan lembut tapi pasti mengatakan bahwa tantangan Thongchai memang sempat membuat telinga panas. Secara langsung dia menantang pencak silat, beladiri asli indonesia kata Budi bersungguh. Ini bukan lagi soal MERPATI PUTIH, tapi sudah menjangkau kehormatan bangsa. Kami sesungguhnya selalu menghindari kesombongan, dan jawaban kami bukanlah kesombongan semata didorong oleh kecintaan kami terhadap beladiri asli Indonesia, kata Budi.

Ketika MERPATI PUTIH menjawab tantangan Thongchai, tak seorangpun yang sudah menyaksikan Thai Boxing. Pertandingan Thai Boxing baru berlangsung pada 15 November 1977 dan jawaban MERPATI PUTIH ditelponkan oleh Leo kepada redaksi salah satu koran sehari sebelumnya.

Saya meragukan apakah apakah mereka bertanding di gelanggang dengan kesadaran penuh. Dengan ucapan2 rituil yang mengawali pertandingan, dan dengan bunyi tabuhan yang terasa magis, Saya curiga. Jangan2 mereka bertanding seperti "Kuda Lumping" yang beraksi di arena. Makan beling, berjingkrak dan dilecut tanpa rasa sakit karena setengah kesurupan. Gerak2an mereka, baik tendangan maupun tinjunya, melayang seirama dengan bunyi kendang.

Memang ada bekas2 luka, merah atau kebiru-biruan, tapi pada saat pukulan atau tendangan itu mendarat, mereka tak merasakan apa2. Tidak sakit, katanya. Jadi menurut pak Budi, mereka itu menggunakan kekuatan diluar dirinya, semacam black magic atau white magic, tanya Didiek dari varia? Tidak setepat itu, tapi mungkin menggunakan kekuatan batin yang dikirimkan oleh "sesepuh" mereka di luar ring, jawab Budi.

Terlepas dari soal ada atau tidak adanya kekuatan di luar mereka, terlepas dari soal menggunakan atau tanpa black magic atau white magic, kami bersedia menghadapi mereka.

Adalah hak mereka untuk mengatakan bahwa Thai Boxing lebih ampuh dari beladiri apapun di dunia ini, buat kami sama saja. Kami yakin bahwa beladiri asli indonesia, bukan baru muncul kemarin sore, sudah ratusan tahun yang lalu ada. Dan sudah membuktikan dirinya bahwa pencak silat bukan barang dagangan, tidak sembarangan.

Kami ingin membuktikan kelak jika pada bulan maret 1978 rencana kami untuk menghadapi Thai Boxing terlaksana.

Tentang PS. MERPATI PUTIH sendiri Budi Santoso belum mau bicara banyak. Ia hanya mengatakan bahwa perguruan seni beladiri yang ia tuangkan bersama kakaknya, Poerwoto HP, adalah warisan leluhur yang sudah 400 tahun umurnya. Seni beladiri ini lahir dari seorang pendekar wanita yang namanya semerbak di kawasan Bagelen pada jaman2 Sultan Agung masih bertahta. Konon yang kata empunya cerita, pendekar wanita inilah yang berhasil membuat jalan puluhan kilometer panjangnya di daerah bagelen hanya dengan selembar selendangnya.



majalah Varia edisi 926 tahun 1978



Baca juga:



_____________________




Yuk, mari mengenal sejarah PPS BETAKO MERPATI PUTIH dan sumbangsih cabang Jakarta Barat untuk Perguruan tercinta



_____________________



sumber: Majalah Varia 926 edisi Beladiri tahun 1978, koleksi pribadi penulis dan Penyusun @2022



Thursday, October 27, 2022

Prestasi lain para senior - senior cabang Jakarta Barat



PPS BETAKO MERPATI PUTIH cabang Jakarta memiliki para senior - senior luar biasa dalam keilmuan MERPATI PUTIH, berikut yang berhasil dirangkum oleh media sosial mpjakbar tentang prestasi lain beberapa senior di cabang Jakarta Barat



Berikut adalah nama dan link media sosial para senior PPS BETAKO MERPATI PUTIH, berdasar huruf abjad awalan namanya:



mas Adli

1. Adli Sofyan (mas Adli) - Salah seorang pelatih senior cabang Jakarta Barat, kemampuan power dan getarannya tidak diragukan lagi, dengan tangan dinginnya banyak menciptakan hasil para juara power juga getaran di cabang Jakarta Barat, baca prestasi-prestasi beliau selengkapnya di link bawah ini: 

Postingan lain:

_____________________



mas Andre

2. Andre Afrianto (mas Andre bule) - Salah seorang fighter Jakarta Barat, baca prestasi-prestasi beliau selengkapnya di link bawah ini: 


_____________________



mbak Enong

3. Gustina (mbak Enong) - Juara 1 fighter wanita, baca prestasi-prestasi beliau selengkapnya di link bawah ini: 

_____________________



pak Idris

4. H.M. Idris Radjamulyo (pak Idris) - Juara 1 Power (Stamina & Tenaga), Legenda PPS BETAKO MERPATI PUTIH untuk pematahan 2 buah besi dari arah sisi, baca selengkapnya tentang beliau di link bawah ini:

Postingan lain:

_____________________



mas Irman

5. Irman Maulana (mas Irmansingkong) - Juara 1 Power (Stamina & Tenaga), baca selengkapnya tentang beliau di link bawah ini:


_____________________



mas Joko

6. Joko Suprihatno (mas Joko) - Juara Dunia IPSI, baca selengkapnya tentang beliau di link bawah ini:


_____________________



mas Enda dan mas Poeng

7. Mochamad Juanda (mas Enda) - Juara 1 Power (Stamina & Tenaga) - The Best Power, baca selengkapnya tentang beliau di link bawah ini:


_____________________



mas Irsyad 


8. M. Irsyad (mas Irsyad) - Juara Getaran Tingkat Nasional 

Ada yang menarik dari Kejuaraan Getaran yang diikuti oleh mas Irsyad, dari 14 peserta yang datang dari Jakarta, Bali dan daerah lain saat itu yang berhasil masuk arena dan menyelesaikan pertandingan hanyalah mas Irsyad seorang, momen tersebut di abadikan oleh kamera Ahli Waris PPS BETAKO MERPATI PUTIH mas Hemi saat itu

Selengkapnya:


_____________________



mbak Rose

9. Rosita Sari (mbak Rose) - Salah satu fighter wanita andalan, baca prestasi-prestasi beliau selengkapnya di link bawah ini: 


_____________________



mas Harto

10. Suharto (mas Harto / suhu Atjai) - Salah seorang legenda getaran cabang Jakarta Barat, baca prestasi-prestasi beliau selengkapnya di link bawah ini: 

Postingan lain:

_____________________



mas Tri

11. Tri Gunadi (mas Tri) - Kemampuan powernya tidak diragukan lagi, baca prestasi beliau selengkapnya di link bawah ini: 



_____________________



Sebenarnya masih banyak lagi prestasi para senior cabang Jakarta Barat, namun karena keterbatasan dokumentasi dan lainnya, tidak mungkin kami angkat disini, seperti misalnya mas Wawan H (power dan getaran), mas Roy (getaran), mas Jeffy Nasution (power), mas Irwansyah Idris (power), dll ... 


_____________________




Yuk, mari mengenal sejarah PPS BETAKO MERPATI PUTIH dan sumbangsih cabang Jakarta Barat untuk Perguruan tercinta



_____________________



sumber: Data Humas dan media sosial mpjakbar @2022




Friday, October 21, 2022

Profile Para Pendiri cabang Jakarta Barat




PPS BETAKO MERPATI PUTIH cabang abang Jakarta Barat didirikan oleh para senior - senior Perguruan MERPATI PUTIH yang luar biasa, begitu banyak jasa mereka untuk membangun dan melebarkan sayap Perguruan tercinta yang bersumber dari keilmuan Eyang GAGAK HANDOKO itu, keseluruh penjuru Dunia karena rasa pengabdian mereka, berikut adalah profile para Pendiri cabang Jakarta Barat 


Baca juga:



Agus Tabrani 



H. Agus Tabrani

H. Agus Tabrani (mas Agus)

Lahir: Jakarta, 14 Agustus 1944

(tanggal dan bulan Lahir beliau dijadikan sebagai tanggal dan bulan berdirinya cabang Jakarta Barat)

Masuk sebagai anggota MERPATI PUTIH pada tahun 1978 di Kloter 14 yang dilatih oleh Guru Besar mas (Alm) Budi kala itu di Jakarta Timur 

Beliau menjabat sebagai Ketua Cabang Jakarta Barat Pertama periode tahun 1986 hingga tahun 1990

Pada tahun 1987 bersama mas (Alm) Tonton melakukan atraksi MERPATI PUTIH di Wina, Selengkapnya...

Beliau pernah membuat heboh Perguruan MERPATI PUTIH saat itu karena pada Hari Ulang Tahun ke tiga cabang Jakarta Barat, sebagai satu-satunya cabang yang mampu mengadakan UKT sekaligus acara HUT cabang Jakarta Barat di Lapangan ABC Senayan, Jakarta Pusat dengan menerjunkan 8 orang anggota pesilat cabang Jakarta Barat yang dua diantaranya adalah wanita untuk terjun payung dari pesawat terbang dan langsung mematahkan besi dan es begitu mereka selesai mendarat dan dengan atraksi Getaran tutup mata, Selengkapnya... 


_____________________



Bambang Rus Effendi 


H. M. Bambang Rus Effendi (mas BRE)

Lahir: Kediri, 4 Januari 1948

Masuk menjadi anggota MERPATI PUTIH pada tahun 1977 di kolat khusus Kloter 14 Jakarta Timur lalu dan pada tahun 1980 menjabat Ketua Bidang Organisasi  

Pada tahun 1985an bersama mas (Alm) Tonton, mas Agus, mas Harto dan 11 rekan-rekan Kloter 14 membuka cabang Jakarta Barat atas persetujuan Mas Poeng (Guru Besar) dan Mas Budi (Guru Besar) dengan jabatan sebagai Pembina, Selengkapnya...

Tahun 1989 menjabat sebagai Ketua harian PPMP dengan Ketuanya Bapak H. Solihin GP, menjabat selama 2 Periode sampai dengan tahun 1996, lalu dilanjutkan dengan Jabatan Ketua Harian dengan mas (Alm) Agung Imam Sumanto dan mas Fauzie Bowo

Beliau mendapat Tugas Mewakili PPMP menjabat di PB IPSI sejak tahun 1990 bersama mas (Alm) Edi Atmanto sebagai staf Khusus staf Ahli dan BPK pada masa Ketua Umum Bapak Edie Marzuki Nalapraya sampai dengan tahun 2023

Selanjutnya beliau menjabat sebagai Ketua Bidang Organisasi, Ketua bidang Luar Negeri, Tim Manager Asian Beach Games di Bali, Tim Manager Timnas Pencak Silat di Laos dan Jabatan Wakil Ketua Umum PB IPSI 2011 bersama Bapak Prabowo Subianto sebagai Ketua Umumnya

Tahun 2000 bersama mas (Alm) Tonton, mas Suci Listianto (Dewan Guru) dan rekan-rekan cabang Jakarta Barat mengikuti Turnamen Word Martial art di Uzbekistan, Selengkapnya...

Pada tahun 2002 membawa tim MERPATI PUTIH bersama mas (Alm) Tonton, mas Hendro Baskito dan rekan-rekan cabang Jakarta Barat lainnya dengan Tim Kesenian DKI ke Tokyo (Jepang), Selengkapnya...

Tahun 2012 sampai dengan 2022 sebagai Pembina PPMP saat ini dan menjabat sebagai Ketua III di PPMP sampai dengan tahun 2025 

Tahun 2014 membawa MERPATI PUTIH ke Uni Eropa dengan rombongan MENPORA Bapak Roy Suryo, sehingga Pencak Silat dijadikan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCOSelengkapnya... 

Prestasi - Prestasi lain: 
  1. tahun 2012 Kabid Pulahta KONI Pusat 
  2. tahun 2014 Staf Khusus Menpora 
  3. tahun 2015 Komisi Sport For All di Komite Olympiade Indonesia / KOI melaksanakan ajang Asian Games 2018 di Indonesia 
  4. Saat ini Wakil Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia / KORMI 
  5. Tahun 2016 s/d 2019 mengikuti Kontingen Indonesia dalam ajang Multi event di Rio de Janeiro (Brazil), Buenos Aires (Argentina), Saporo (Jepang), Azkabath (Turmenistan) dan Manila (Philipine)
Baca juga:



_____________________




Tonton Satryana 


H. Tonton Satryana (mas Tonton)

  • Lahir: Bandung, 3 Agustus 1959
  • Meninggal: Jakarta, 15 Oktober 2008

Pertama kali berlatih MERPATI PUTIH pada pelatih Kopassus saat itu mas Haruman tahun 1977 di Kolat Khusus Jakarta Timur 

Kemudian pada tahun 1986 mendirikan cabang Jakarta Barat bersama dengan mas Agus, mas BRE, mas Harto dan rekan - rekan Kloter 14 yang lain

Pada tahun 1986 menjabat sebagai Diklat cabang Jakarta Barat

Pada tahun 1987 bersama mas Agus, melakukan atraksi di Wina Selengkapnya...

Pada tahun 1990 menjabat sebagai Ketua Cabang Jakarta Barat

Pada tahun 1993 menjabat sebagai Ketua Cabang Jakarta Barat

Pada tahun 1995 bersama mas Beni, melakukan atraksi MERPATI PUTIH di Filipina, Selengkapnya...

Pada tahun 1996 melakukan atraksi MERPATI PUTIH di Filipina, Selengkapnya...

Pada tahun 1997 menjabat sebagai Ketua Cabang Jakarta Barat 

Pada tahun 1999 bersama dengan para senior cabang Jakarta Barat melakukan atraksi MERPATI PUTIH di Singapore, Selengkapnya...

Pada tahun 2000 menjabat sebagai Ketua Cabang Jakarta Barat

Tahun 2000 bersama mas BRE, mas Suci (Dewan Guru saat ini) dan rekan-rekan cabang Jakarta Barat mengikuti Turnamen Word Martial art di Uzbekistan, Selengkapnya...

Pada tahun 2002 bersama mas BRE, mas Hendro Baskito dan rekan-rekan cabang Jakarta Barat lainnya dengan Tim Kesenian DKI ke Tokyo (Jepang) dan membuka jalan masuknya Pencak Silat ke negara tersebut untuk pertama kalinya dan membuat MERPATI PUTIH mendirikan cabang disana, Selengkapnya...

Pada tahun 2003 menjabat sebagai Ketua Cabang Jakarta Barat 

Pada tanggal 18 Mei 2003 bersama dengan para senior cabang Jakarta Barat dan senior PPS BETAKO MERPATI PUTIH lainnya mendapatkan rekor MURI atas nama Perguruan, untuk mengendarai kendaraan dengan mata tertutup dari Kota Bogor ke Jakarta (Balaikota), Selengkapnya...


_____________________



Suharto


Suharto (mas Harto) 

  • Lahir: Madiun, 18 Juni 1946
  • Meninggal: Jakarta, 12 Mei 2023

Sering dipanggil dengan nama panggilan suhu acai, beliau masuk MP pertama kali pada tahun 1978 di kolat Condet dilatih oleh mas (Alm) Tonton saat itu, beliau juga sempat dilatih oleh Guru Besar yaitu mas (Alm) Poeng dan Ketua Dewan Guru saat itu mas (Alm) Budi Santoso HP 

Beliau adalah anggota MERPATI PUTIH Pertama di Jakarta Barat sebagai eksperimen Getaran tutup mata oleh Ketua Dewan Guru saat itu mas (Alm) Budi Santoso HP

Beliau sempat menggantikan mas (Alm) Gatot sebagai Wakil Ketua cabang Jakarta Barat periode tahun 2013 sampai dengan tahun 2018

Sering diminta atraksi baik skala cabang ataupun nasional, salah satu aksi beliau di televisi pada tahun 2018 (Trans TV), Selengkapnya...

Beliau merupakan satu dari beberapa legenda jawara getaran juga stamina dan tenaga dari cabang Jakarta Barat, pernah menjuarai Kejuaraan Nasional getaran sampai tahun 1989 dan hingga saat inipun masih ikut aktif kegiatan cabang baik untuk atraksi ataupun melatih cabang Jakarta Barat 

Beliau pernah mendapatkan jam tangan merk Rolex dari pembina PPS BETAKO MERPATI kala itu pak Solichin GP karena menyelesaikan tantangan dari pembina, Selengkapnya... 


mas Harto saat dipakaikan jam tangan merk Rolex oleh pembina PPS BETAKO MERPATI PUTIH pak Solichin GP 


Berikut adalah ulasan salah satu media saat atraksi beliau di HUT PPS BETAKO MERPATI PUTIH ke 26 di Lapangan Senayan 


Majalah Sportif


Apel Besar MERPATI PUTIH


Empat puluh tonggak kayu yang dipancang tak beraturan pada radius sekitar 6 x 10 meter, berhasil dilewati Harto sambil melakukan gerakan - gerakan silat dengan kedua mata ditutup. Lalu, dihadapan Purwoto Hadipoernomo Guru Besar MERPATI PUTIH serta undangan lain, ia menyentuh cor beton dengan kepala dan menghantamnya dengan tangan terbuka. Prak !

Tidak sampai disitu saja, tiga kali juara nasional ini lantas mencari sasaran berikut - nya, cor beton yang dipegang pesilat lain, kembali dihantamnya secara pas (lihat foto). itulah demonstrasi ilmu getaran milik perguruan silat tangan kosong MERPATI PUTIH yang hari itu, 2 april 1989, melakukan apel besar se - Jabodetabek menyambut HUT nya yang ke - 26, 3 April.

Hadir dilapangan sepakbola ABC itu sekitar 6.000 pesilat. menurut Harto ia sudah mempelajari ilmu getaran ini sejak tiga tahun lalu. "Jadi, dalam gelap pun saya bisa melihat," kata pesilat MP cabang Jakarta Barat ini. Karena itu, Budi Santoso, Ketua Dewan Guru MP yang hari itu jadi MC berkelakar, "Jadi, tarip listrik naik pun tidak soal," tuturnya tertawa. Selamat ulang tahun MP !.


"Sesepuh MP Jakbar lainnya adalah mas (Alm) Cipto, mas Iyep, mas Enda, mas Uyung. mas Ketty, mas Bejo, mas Wawan, mbak Cloudy, mbak Mirna, mbak Deci Andiniwati (mbak Dini) 


_____________________



Yuk, mari mengenal sejarah PPS BETAKO MERPATI PUTIH dan sumbangsih cabang Jakarta Barat untuk Perguruan tercinta


_____________________


sumber: mas Agus, mas BRE, mbak Myrna, mas Harto, majalah Sportif edisi 02 April 1989mas Hendra (tingkat Khusus 3) @2022



Wednesday, October 19, 2022

Kemeriahan HUT ke 3 cabang Jakarta Barat


Ulasan media pada perayaan Hari Ulang Tahun ke III cabang Jakarta Barat yang saat itu di adakan di Lapangan ABC Senayan, Jakarta Pusat dimana Ketua Cabang saat itu adalah mas H. Agus Tabrani yang turut mengundang Pembina serta Guru Besar Perguruan, saat itu... 


Koran Media Indonesia (MI)
Tanggal 02 April 1989


Media Indonesia

Demonstrasi Silat MERPATI PUTIH

Jakarta, MI


sebanyak 850 orang anggota Perguruan Silat MERPATI PUTIH, Minggu siang memadati Lapangan ABC Senayan, untuk melakukan Ujian Kenaikan Tingkat, sekaligus memperingati HUT ketiga MERPATI PUTIH cabang Jakarta Barat.
menggunakan seragam silat putih dan sabuk merah, mereka membentuk suatu barisan sambil menyaksikan penerjun mengangkasa. Penerjun payung itu adalah pesilat MERPATI PUTIH yang turun membawa benda keras.

Dipanggung kehormatan, pembina MERPATI PUTIH, Solihin GP menyambut dengan senyum

Es dan Besi

Satu persatu penerjun itu mendarat dan memperlihatkan kebolehannya. Balok es dan besi dari tangkai pompa air segera disiagakan. Enam.penerjun pun siap mendemonstrasikan kekuatannya.

Dua dari enam penerjun itu adalah wanita. kemudian, mereka berkonsentrasi penuh sebelum menghujamkan tenaganya ke sasaran yang dituju. Akhirnya, balok es dan besi itu pun patah berantakan.

Adegan paling menarik disajikan anggota MERPATI PUTIH, Soeharto, ketika dengan getaran tenaga dalam dan matanya ditutup memecahkan benda yang letaknya tidak diketahui sebelumnya. bahkan Solihin GP menaruh jam tangannya merk Rolex, untuk sasaran. 


_____________________________


Koran Pelita
Tanggal 02 April 1989



Koran Pelita


"Si Buta dari Gua Hantu" Lahir di MERPATI PUTIH

TEKNIK GETARAN, merupakan ilmu baru yang saat ini terus dikembangkan oleh Persatuan Pencak Silat (PPS) MERPATI PUTIH yang di Indonesia memiliki sekitar 160.000 anggota. Dengan teknik getaran itu, orang bisa mengetahui persis warna dan bentuk benda walaupun mata tertutup rapat. Jadi, memang benar apa yang kita pernah lihat dalam film "Si Buta Dari Gua Hantu" bisa saja dilakukan oleh manusia normal yang di-tutup matanya.

Ahad kemarin dilapangan C Senayan Jakarta, teknik getaran itu didemonstrasikan oleh PPS BETAKO MERPATI PUTIH dalam memeriahkan HUT ke III PPS BETAKO MERPATI PUTIH cabang Jakarta Barat. Dengan getaran itu pula, sebuah arloji mewah milik pembinanya H. Solichin GP, bisa ditemukan oleh mas Harto panggilan akrab juara nasional pencak silat MERPATI PUTIH Suharto, yang melakukan demonstrasi teknik getaran tersebut. 

Dengan tonggak-tonggak Bambu yang dipasang acak ditengah lapang, mas Harto bisa melewatinya dengan mudah tanpa menyentuh seolah ia melihat biasa. Padahal, matanya ditutup masker yang kemudian ditutup lagi dengan sabuk merah sehingga tidak memungkinkan lagi dengan mata biasa orang akan melihat keluar 

Keadaan yang menegangkan selama setengah jam, membuahkan hasil gemilang mas Harto memukul semua rintangan dari balok es, kikir besi, dragon (gagang pompa kodok - red) dan tumpukan beton cor dengan mata tertutup. Diapun meloncat girang. setelah arloji Solihin GP yang diletakkan di ujung tiang bendera MERPATI PUTIH dan Merah Putih ditemukan. Iapun tertunduk letih, setelah mengatur nafas setengah jam yang mendebarkan itu. 

Terjun Payung

Dalam memeriahkan HUT yang ke - III MERPATI PUTIH cabang Jakarta Barat itu, Ketuanya Drs. H. Agus Tabrani tidak tanggung-tanggung merayakannya. Terjun payung dari udara yang kini sedang trendy setelah besar-besaran di Bali dengan tandemnya, juga dilakukan pada Ahad kemarin. Dengan terjun payung dari para pesilat MERPATI PUTIH yang juga penggemar olahraga itu, ternyata mampu menyedot pengunjung  untuk melihat dari dekat demonstrasi kemarin.

Delapan penerjun tercatat ikut ambil bagian dalam kesempatan itu. Mereka, membawa panji-panji MERPATI PUTIH, PAM JAYA dan CitiBank yang memang menjadi sponsor acara itu. maklum Ketua Cabangnya Agus Tabrani, kebetulan Kepala Cabang pula di PAM jaya Jakarta Pusat. Bila getaran itu sudah dikuasainya, tentu ia bakal bisa tau secara dini mana-mana saja pipa didalam tanah yang bakal meledak. Barangkali saja.

Tak Perlu Jimat atau puasa

Menurut guru besar MERPATI PUTIH yang menyandang Tingkat 12 Boedhi Santoso Hadipoernomo, ilmu bela diri dengan inti pengaturan nafas sehingga menimbulkan listrik dan tenaga itu, memang yang diajarkannya di MERPATI PUTIH. Tenaga yang dikeluarkan para pendekarnya, sudah diteliti secara ilmiah didepan para medis. Hasilnya, memang memuaskan dan bisa dikerjakan setiap orang tanpa perlu puasa, nyepi, jimat atau persyaratan lain yang mistik. Cukup perut kenyang saja. "Soalnya, biar dalam latihan tidak pingsan." katanya berseloroh.

Tenaga yang ditimbulkan akibat pengaturan nafas itu, memang menyedot tenaga dari dalam bumi yang juga merupakan medan magnet. Orang sering menyebut tenaga dalam, itu memang betul. Bahwa di perut bumi itu tersimpan tenaga luar biasa yang bisa dimanfaatkan melalui latihan pernafasan itu.

Bila tenaga itu disalurkan ke kaki atletik, tentu akan menambah cepatnya dia berlari. Ini yang masih akan kita kembangkan guna kemajuan dunia atletik kita, kata mas Budi. Namun demikian, dia mengaku belum pernah membicarakannya dengan Menpora mengenai kemungkinan itu. Tapi kata Bambang Rus Effendhy yang juga dedengkot MERPATI PUTIH, dia sudah menerapkan penyaluran tenaga itu ke kaki anaknya yang kini menjadi bintang di kelas lari gawang 110 M yunior atas nama Levi Usman Kadir.

Memasyarakatkan pencak silat memang menjadi kewajiban moral bangsa Indonesia untuk tetap menjunjung tinggi dan melestarikan seni beladiri bangsa ketimbang ilmu bela diri impor. Penampilan pisik pendekar, menurut Solichin, diakui bagai kampungan. Tapi soal moral, MERPATI PUTIH memang super, katanya sambil mengikhlaskan arlojinya yang ditemukan mas Harto.

Ilmu beladiri MERPATI PUTIH ini, memang ilmiah. Buktinya, pasukan elit negeri ini yang bernama Kopassus juga menekuni ilmu bela diri yang mengatur pernafasan ini, mas Bedjo dari Kopassus, Ahad kemarin juga ikut berdemonstrasi. Karena sumber tenaga berupa oksigen dan dari perut bumi bila itu disatukan, akan menimbulkan tenaga yang luar biasa. Dan bila itu disalurkan ke atletik, bisa - bisa medali emas tidak diperoleh negara lain kecuali kita. Tentu, berkat MERPATI PUTIH. Dan mudah-mudahan bukan doping namanya. 


_____________________________



Nb: para penerjun payung berasal dari kolat Berdikari cabang Jakarta Barat 


_____________________________



Yuk, mengenal Sejarah MERPATI PUTIH, khususnya sepak terjang MERPATI PUTIH cabang Jakarta Barat dalam mengembangkan keilmuan PPS BETAKO MERPATI PUTIH ke seluruh dunia


_____________________________



sumber: Media Indonesia dan Koran Pelita tahun 1989 @2022



Tuesday, October 18, 2022

Profile Para Guru Perguruan MERPATI PUTIH

Para Guru Perguruan MERPATI PUTIH 
 
Para Guru Perguruan MERPATI PUTIH
(photo tambahan.red)


_____________________


Baca juga: 




_____________________



Pewaris Muda, Pewaris, Dewan Guru, Ketua Dewan Guru dan Guru Besar terakhir


GURU BESAR


Poerwoto Hadi Poernomo (mas Poeng)

  • Lahir: Yogyakarta, 1 Desember 1944
  • Meninggal: Guangzhou, 23 Mei 2014


Poerwoto Hadi Poernomo


Budi Santoso Hadi Poernomo (mas Budi)

  • Lahir: Yogyakarta, 13 Februari 1947
  • Meninggal: Jakarta, 2 April 2002


Budi Santoso H P


Awal mulanya ada Ketua Dewan Guru, lalu berubah menjadi Koordinator Dewan Guru, tapi sejak MUNAS 2022 ditetapkan hanya ada Dewan Guru saja, berikut adalah para Dewan Guru di PPS BETAKO MERPATI PUTIH 


DEWAN GURU


sumber: kolat Ahli Waris mas Amos (2014)


Pada Pembukaan UKTNAS MP tahun 2019 Pewaris (mas Amos dan mas HemiMERPATI PUTIH menerbitkan Surat Keputusan Pewaris MERPATI PUTIH di acara Tradisi MERPATI PUTIH 2019

DEWAN GURU PPS BETAKO MERPATI PUTIH:
  1. mas (Alm) Soeyadi Mintorogo (Yadi)
  2. mas (Alm) Mulyanto (Mul Pele) (tidak lama setelah diangkat menjadi DG saat Ketuanya mas Yadi, beberapa bulan kemudian beliau meninggal)
  3. mas R. Sunardjo
  4. mas Mardiantara Poerwono
  5. mas Mulyanto SE (Mul Tambak)
  6. mas Dalijan
  7. mas Sutji L

_____________________


Soeyadi Mintorogo (mas Yadi)

(cabang Madiun)

Jl. Dokteran No.48 RT.04 RW.03 Kelapa dada

Tingkatan: Kesegaran 

  • Lahir: 
  • Meninggal: Madiun, 15 April 2014



Yadi Mintorogo


_____________________


Mulyanto (mas Mul Pele)

(Pendiri Cabang Semarang dan Cabang Cilacap)

  • Lahir: Yogyakarta, 10 Juni 1955 (Jum'at Kliwon)
  • Meninggal: 12 Mei 2000 (Jum'at Pon)

Dimakamkan di Godean,Yogyakarta

Pelatih pertama beliau langsung mas (Alm.) Poeng dan mas (Alm.) Budi Guru Besar Perguruan MERPATI PUTIH 


Mulyanto (Mul Pele)

Mulyanto (Mul Pele)

Keterangan mas Mulyanto (Mul Pele)

Keterangan mas Mulyanto (Mul Pele)


_____________________


R. Soenardjo Wihardjo (mas Nardjo)

(cabang Purwokerto)

Alamat: Purwokerto Selatan

Tingkatan: Inti

Lahir: Yogyakarta, 20 Oktober 1955 

Pertama kali berlatih MERPATI PUTIH sejak tahun 1969 di kampung Bumijo, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta

Mendirikan cabang di Banyumas tahun 1978 di kecamatan Tambak, murid pertama beliau disana adalah mas Mulyanto SE (Dewan Guru saat ini)

Beliau kemudian pindah ke Purwokerto tahun 1980 lalu mendirikan kolat Unsoed Resimen Mahasiswa, SMA Negeri 2 Purwokerto, dan kolat Pajak yang berkembang sampai sekarang 

Jabatan sekarang sebagai Dewan Guru Senior 

Beliau pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Guru pada tahun 2000 sampai tahun 2005

Beliau pernah memimpin atraksi MERPATI PUTIH pada pemecahan benda keras dan getaran di Parkir Timur Senayan tahun 1992 yang dihadiri oleh Presiden Soeharto dan negara - negara sahabat

Saat tahun 2005 beliau mengadakan Kejurnas perebutan piala Presiden Megawati di Purwokerto


R. Soenardjo Wihardjo

R. Soenardjo Wihardjo 


_____________________


H. Mardiantara Purwono (mas Poer)

(cabang Yogyakarta)

Alamat: Sleman, Yogyakarta

Tingkatan: Inti

Lahir : Yogyakarta, 16 Mei 1956

Masuk Perguruan MERPATI PUTIH pada tahun 1978 di kolat Bumijo, Yogyakarta
Pada tahun 1981 - 1988 menjabat sebagai Ketua Cabang Yogyakarta
Ketua PENGDA MERPATI PUTIH JATENG, DIY 1983 - 2000

Pada tahun 1988 - 2001 menjabat sebagai Ketua Lembaga UKTNAS, pada tahun 2001 - 2004 menjabat sebagai Ketua Departemen Keilmuan PPMP, tahun 2003 - 2009 menjadi Kandidat Dewan Guru, dan 2009 hingga hari ini menjadi anggota Dewan Guru

Jabatan beliau di IPSI PENGPROP DIY : Bidang BINTAL
Jabatan di Pengurus Besar IPSI : MAJELIS PAKAR

"UNGGUL terhadap lawan TIDAK dengan MENGALAHKAN (karena mengalahkan pasti dengan kekerasan) tetapi dengan MENAKLUKKAN nya (karena menaklukkan itu bisa kelembutan, berupa kasih - sayang dan cinta)"

Wujudkanlah MUSUHMU menjadi SAUDARA dan SAHABAT mu - itulah pesan dari beliau


H. M. Purwono

H. M. Purwono 


_____________________


Mulyanto SE (mas Mul Tambak)

(cabang Kebumen, cabang Cilacap)

Alamat: Kelapagada, Maos Cilacap

Tingkatan: Inti

Lahir: Banyumas , 11 Agustus 1958

Pertama kali berlatih MERPATI PUTIH pada tahun 1978 di Kabupaten Banyumas Kecamatan Tambak dengan mas Nardjo


Mulyanto 

Mulyanto 


_____________________


Dalidjan Rus Manto (mas Dalidjan)

(cabang Magelang)

Alamat : Bumijo lor, Yogyakarta 

Tingkatan: Inti

Lahir: Yogyakarta, 14 Januari 1956


Masuk MERPATI PUTIH pada tahun 1973 di Bumijo, Yogyakarta kemudian mendirikan cabang Magelang pada tahun 1982


Dalidjan R M

Dalidjan R M


_____________________


Suci Ratmadi Listianto (mas Suci)

(cabang Jakarta Timur)

Tingkatan: Inti

Lahir: Semarang, 9 April 1960

Pertama berlatih MERPATI PUTIH pada sekitar tahun 1977 di Kopassus Jakarta Timur oleh mas Haruman 

Kini beliau menjabat sebagai Dewan Guru untuk Stamina dan tenaga (Power)

Baca sepak terjang lain beliau untuk melebarkan sayap Perguruan MERPATI PUTIH pada kedua link dibawah ini

Link 1

Link 2


Suci R Listianto

Suci R Listianto 


DEWAN KASEPUHAN - PEMBINA PPS BETAKO MERPATI PUTIH - Ketua III PPMP


H.M. Bambang Rus Effendi (mas BRE)

(cabang Jakarta Barat)

Lahir: Kediri, 4 Januari 1948

Masuk menjadi anggota MERPATI PUTIH pada tahun 1977 di kolat khusus Kloter 14 Jakarta Timur, dan pada tahun 1980 menjabat Ketua Bidang Organisasi

Pada tahun 1986 bersama mas (Alm) Tonton, mas Agus, mas Harto dan 11 rekan-rekan Kloter 14 membuka cabang Jakarta Barat atas persetujuan Mas Poeng (Guru Besar) dan Mas Budi (Guru Besar) dengan jabatan sebagai Pembina, Selengkapnya...

Tahun 1989 menjabat sebagai Ketua harian PPMP dengan Ketuanya Bapak H. Solihin GP, menjabat selama 2 Periode sampai dengan tahun 1996, lalu dilanjutkan dengan Jabatan Ketua Harian dengan mas (Alm) Agung Imam Sumanto dan mas Fauzie Bowo

Beliau mendapat Tugas Mewakili PPMP menjabat di PB IPSI sejak tahun 1990 bersama mas (Alm) Edi Atmanto sebagai staf Khusus staf Ahli dan BPK pada masa Ketua Umum Bapak Edie Marzuki Nalapraya sampai dengan tahun 2023

Selanjutnya beliau menjabat sebagai Ketua Bidang Organisasi, Ketua bidang Luar Negeri, Tim Manager Asian Beach Games di Bali, Tim Manager Timnas Pencak Silat di Laos dan Jabatan Wakil Ketua Umum PB IPSI 2011 bersama Bapak Prabowo Subianto sebagai Ketua Umumnya

Tahun 2000 bersama mas (Alm) Tonton, mas Suci (Dewan Guru) dan rekan-rekan cabang Jakarta Barat mengikuti Turnamen Word Martial art di Uzbekistan, Selengkapnya...

Pada tahun 2002 membawa tim MERPATI PUTIH bersama mas (Alm) Tonton, mas Hendro Baskito dan rekan-rekan cabang Jakarta Barat lainnya dengan Tim Kesenian DKI ke Tokyo (Jepang) Selengkapnya...

Tahun 2012 sampai dengan 2022 sebagai Pembina PPMP saat ini dan menjabat sebagai Ketua III di PPMP sampai dengan tahun 2025

Tahun 2014 membawa MERPATI PUTIH ke Uni Eropa dengan rombongan MENPORA Bapak Roy Suryo, sehingga Pencak Silat dijadikan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO, Selengkapnya...

Prestasi - Prestasi lain:
  1. Tahun 2012 Kabid Pulahta KONI Pusat
  2. Tahun 2014 Staf Khusus Menpora
  3. Tahun 2015 Komisi Sport For All di Komite Olympiade Indonesia / KOI melaksanakan ajang Asian Games 2018 di Indonesia
  4. Saat ini Wakil Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia / KORMI
  5. Tahun 2016 s/d 2019 mengikuti Kontingen Indonesia dalam ajang Multi event di Rio de Janeiro (Brazil), Buenos Aires (Argentina), Saporo (Jepang), Azkabath (Turmenistan) dan Manila (Philipine)

H. M. Bambang R E


H. M. Bambang R E 


Dan masih banyak pelatih - pelatih juga senior PPS BETAKO MERPATI yang tidak mungkin dapat kami tuliskan disini, tugas kita adalah mengamalkan dan meneruskan ajaran pelatihan mereka sehingga Perguruan dapat terus kembali berkembang, BANGKIT dan PRESISI!


_____________________



Baca Juga:





_____________________



Yuk, mari mengenal sejarah PPS BETAKO MERPATI PUTIH dan sumbangsih cabang Jakarta Barat untuk Perguruan


_____________________




sumber:  seluruh photo Dewan Guru (kecuali mas Yadi) dan Pembina adalah koleksi pribadi penyusun dan penulis, berdasarkan keterangan mas Nardjo, mas BRE, mas Suci, mas Mul Tambak, mas Dalijan, mas Poer, mas Yuyud (anak mas Mul Pele) dan sejarah PPS BETAKO MERPATI @2022