Ulasan media pada perayaan Hari Ulang Tahun ke III cabang Jakarta Barat yang saat itu di adakan di Lapangan ABC Senayan, Jakarta Pusat dimana Ketua Cabang saat itu adalah mas H. Agus Tabrani yang turut mengundang Pembina serta Guru Besar Perguruan, saat itu...
Koran Media Indonesia (
MI)
Tanggal 02 April 1989
 |
| Media Indonesia |
Demonstrasi Silat MERPATI PUTIH
Jakarta, MI
sebanyak 850 orang anggota Perguruan Silat MERPATI PUTIH, Minggu siang memadati Lapangan ABC Senayan, untuk melakukan Ujian Kenaikan Tingkat, sekaligus memperingati HUT ketiga MERPATI PUTIH cabang Jakarta Barat.
menggunakan seragam silat putih dan sabuk merah, mereka membentuk suatu barisan sambil menyaksikan penerjun mengangkasa. Penerjun payung itu adalah pesilat MERPATI PUTIH yang turun membawa benda keras.
Dipanggung kehormatan, pembina
MERPATI PUTIH,
Solihin GP menyambut dengan senyum
Es dan BesiSatu persatu penerjun itu mendarat dan memperlihatkan kebolehannya. Balok es dan besi dari tangkai pompa air segera disiagakan. Enam.penerjun pun siap mendemonstrasikan kekuatannya.
Dua dari enam penerjun itu adalah wanita. kemudian, mereka berkonsentrasi penuh sebelum menghujamkan tenaganya ke sasaran yang dituju. Akhirnya, balok es dan besi itu pun patah berantakan.
Adegan paling menarik disajikan anggota
MERPATI PUTIH,
Soeharto, ketika dengan getaran tenaga dalam dan matanya ditutup memecahkan benda yang letaknya tidak diketahui sebelumnya. bahkan
Solihin GP menaruh jam tangannya merk Rolex, untuk sasaran.
_____________________________
Koran Pelita
Tanggal 02 April 1989
 |
| Koran Pelita |
"Si Buta dari Gua Hantu" Lahir di MERPATI PUTIH
TEKNIK GETARAN, merupakan ilmu baru yang saat ini terus dikembangkan oleh Persatuan Pencak Silat (PPS) MERPATI PUTIH yang di Indonesia memiliki sekitar 160.000 anggota. Dengan teknik getaran itu, orang bisa mengetahui persis warna dan bentuk benda walaupun mata tertutup rapat. Jadi, memang benar apa yang kita pernah lihat dalam film "Si Buta Dari Gua Hantu" bisa saja dilakukan oleh manusia normal yang di-tutup matanya.
Ahad kemarin dilapangan C Senayan Jakarta, teknik getaran itu didemonstrasikan oleh
PPS BETAKO MERPATI PUTIH dalam memeriahkan
HUT ke III PPS BETAKO MERPATI PUTIH cabang Jakarta Barat. Dengan getaran itu pula, sebuah arloji mewah milik pembinanya H.
Solichin GP, bisa ditemukan oleh mas
Harto panggilan akrab juara nasional pencak silat
MERPATI PUTIH Suharto, yang melakukan demonstrasi teknik getaran tersebut.
Dengan tonggak-tonggak Bambu yang dipasang acak ditengah lapang, mas Harto bisa melewatinya dengan mudah tanpa menyentuh seolah ia melihat biasa. Padahal, matanya ditutup masker yang kemudian ditutup lagi dengan sabuk merah sehingga tidak memungkinkan lagi dengan mata biasa orang akan melihat keluar
Keadaan yang menegangkan selama setengah jam, membuahkan hasil gemilang mas Harto memukul semua rintangan dari balok es, kikir besi, dragon (gagang pompa kodok - red) dan tumpukan beton cor dengan mata tertutup. Diapun meloncat girang. setelah arloji Solihin GP yang diletakkan di ujung tiang bendera MERPATI PUTIH dan Merah Putih ditemukan. Iapun tertunduk letih, setelah mengatur nafas setengah jam yang mendebarkan itu.
Terjun Payung
Dalam memeriahkan HUT yang ke - III MERPATI PUTIH cabang Jakarta Barat itu, Ketuanya Drs. H. Agus Tabrani tidak tanggung-tanggung merayakannya. Terjun payung dari udara yang kini sedang trendy setelah besar-besaran di Bali dengan tandemnya, juga dilakukan pada Ahad kemarin. Dengan terjun payung dari para pesilat MERPATI PUTIH yang juga penggemar olahraga itu, ternyata mampu menyedot pengunjung untuk melihat dari dekat demonstrasi kemarin.
Delapan penerjun tercatat ikut ambil bagian dalam kesempatan itu. Mereka, membawa panji-panji MERPATI PUTIH, PAM JAYA dan CitiBank yang memang menjadi sponsor acara itu. maklum Ketua Cabangnya Agus Tabrani, kebetulan Kepala Cabang pula di PAM jaya Jakarta Pusat. Bila getaran itu sudah dikuasainya, tentu ia bakal bisa tau secara dini mana-mana saja pipa didalam tanah yang bakal meledak. Barangkali saja.
Tak Perlu Jimat atau puasa
Menurut guru besar
MERPATI PUTIH yang menyandang
Tingkat 12 Boedhi Santoso Hadipoernomo, ilmu bela diri dengan inti pengaturan nafas sehingga menimbulkan listrik dan tenaga itu, memang yang diajarkannya di
MERPATI PUTIH. Tenaga yang dikeluarkan para pendekarnya, sudah diteliti secara ilmiah didepan para medis. Hasilnya, memang memuaskan dan bisa dikerjakan setiap orang tanpa perlu puasa, nyepi, jimat atau persyaratan lain yang mistik. Cukup perut kenyang saja. "Soalnya, biar dalam latihan tidak pingsan." katanya berseloroh.
Tenaga yang ditimbulkan akibat pengaturan nafas itu, memang menyedot tenaga dari dalam bumi yang juga merupakan medan magnet. Orang sering menyebut tenaga dalam, itu memang betul. Bahwa di perut bumi itu tersimpan tenaga luar biasa yang bisa dimanfaatkan melalui latihan pernafasan itu.
Bila tenaga itu disalurkan ke kaki atletik, tentu akan menambah cepatnya dia berlari. Ini yang masih akan kita kembangkan guna kemajuan dunia atletik kita, kata mas Budi. Namun demikian, dia mengaku belum pernah membicarakannya dengan Menpora mengenai kemungkinan itu. Tapi kata Bambang Rus Effendhy yang juga dedengkot MERPATI PUTIH, dia sudah menerapkan penyaluran tenaga itu ke kaki anaknya yang kini menjadi bintang di kelas lari gawang 110 M yunior atas nama Levi Usman Kadir.
Memasyarakatkan pencak silat memang menjadi kewajiban moral bangsa Indonesia untuk tetap menjunjung tinggi dan melestarikan seni beladiri bangsa ketimbang ilmu bela diri impor. Penampilan pisik pendekar, menurut
Solichin, diakui bagai kampungan. Tapi soal moral,
MERPATI PUTIH memang super, katanya sambil mengikhlaskan arlojinya yang ditemukan mas
Harto.
Ilmu beladiri
MERPATI PUTIH ini, memang ilmiah. Buktinya, pasukan elit negeri ini yang bernama
Kopassus juga menekuni ilmu bela diri yang mengatur pernafasan ini, mas
Bedjo dari
Kopassus, Ahad kemarin juga ikut berdemonstrasi. Karena sumber tenaga berupa oksigen dan dari perut bumi bila itu disatukan, akan menimbulkan tenaga yang luar biasa. Dan bila itu disalurkan ke atletik, bisa - bisa medali emas tidak diperoleh negara lain kecuali kita. Tentu, berkat
MERPATI PUTIH. Dan mudah-mudahan bukan doping namanya.
_____________________________
Nb: para penerjun payung berasal dari kolat Berdikari cabang Jakarta Barat
_____________________________
Yuk, mengenal Sejarah MERPATI PUTIH, khususnya sepak terjang MERPATI PUTIH cabang Jakarta Barat dalam mengembangkan keilmuan PPS BETAKO MERPATI PUTIH ke seluruh dunia
_____________________________
sumber: Media Indonesia dan Koran Pelita tahun 1989 @2022
No comments:
Post a Comment